JM Teaching Aids - шаблон joomla Новости

You are here:

4 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Mengakibatkan Anak Obesitas

penitipan anak

Anak adalah peniru ulung orang tuanya, seperti pepatah 'buah jatuh tak jauh dari pohonnya'. Kebiasaan anak mungkin saja hasil dari meniru orang tuanya.

Sebagai orang tua, tentu Bunda ingin anak memiliki kebiasaan baik. Maka dari itu, orang tua perlu melakukannya lebih dulu. Seperti mencontohkan pola makan yang benar.

Dikutip dari Parents, Esther Entin, MD, menyatakan bahwa pola makan anak terbentuk dari kebiasaan orang tua. Pola makan anak akan baik jika kebiasaan orang tuanya juga baik. Demikian pula sebaliknya.

Berikut ini empat kebiasaan buruk orang tua yang mempengaruhi pola makan anak.

  1. Mengenalkan makanan padat terlalu dini : Gaya dan praktik pemberian makan bisa dikaitkan dengan risiko obesitas. Misalnya, ketika Bunda memperkenalkan makanan padat, seperti sereal, ke dalam makanan bayi terlalu awal (sebelum 6 bulan). Di usia itu, anak belum merangkak, apalagi belajar berjalan. "Mengkonsumsi terlalu banyak kalori, sedangkan aktivitas fisik masih sedikit, bisa menimbulkan kelebihan berat badan. Demikian pula anak-anak yang diperkenalkan pada jus buah dan minuman manis pada usia dini, juga memiliki risiko obesitas," tulis Esther.
  2. Tidak fokus saat makan : Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Pediatric Obesity, mengunyah makanan tanpa ngobrol bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan. Jadi lebih baik hindari hal-hal yang membuat tidak fokus saat makan ya, Bun. Seperti main gadget salah satunya.
  3. Memaksa anak untuk menghabiskan makanan : Menekan anak untuk makan juga merupakan kebiasaan yang nggak sehat. Ketika bayi dipaksa untuk makan, seperti menghabiskan susu saat sudah kenyang, hal itu dapat meningkatkan risiko obesitas. Lebih baik orang tua dan pengasuh mengembangkan gaya makan yang lebih responsif. Orang tua secara aktif tahu sinyal bahwa anak mereka sudah kenyang. Anak-anak yang diberi makan dengan cara ini jauh lebih kecil kemungkinannya mengalami masalah berat badan.
  4. Makan terburu-buru : Memperlambat waktu makan memungkinkan kita bisa mengetahui rasa kenyang. Para peneliti mengatakan, seseorang biasanya merasa kenyang sekitar 15 menit setelah makan. Untuk itu, usahakan agar anak tak perlu terburu-buru saat makan,

 

(sumber: haibunda.com)

 

Related Articles

Add comment


Security code
Refresh

Our Facilty

  • Educational Game
    Educational Game
  • Ruang Kasih
    Ruang Kasih
  • Bedroom
    Bedroom
  • Holiday Program
    Holiday Program
  • Learn Science
    Learn Science
  • Outdoor Playground
    Outdoor Playground
  • Outdoor Playground
    Outdoor Playground
  • Angels Building
    Angels Building

Login Form

Products Gallery

  • Grab Your Letters
    Grab Your Letters
  • Paper Cut-Outs
    Paper Cut-Outs
  • Pencils Set
    Pencils Set
  • Painting
    Painting
  • Crayons
    Crayons
  • Colored Pencils
    Colored Pencils
  • Chiby Baby Balm
    Chiby Baby Balm
  • Safe Care
    Safe Care
  • Pampers Cuddles
    Pampers Cuddles

School Promo

Angel n I School Promo

Activity Gallery

  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity
  • Kids Activity
    Kids Activity

Contact Information

Home
Our Address :
Ngagel Madya Utara 28 Street
Surabaya - Jawa Timur
Phone
(031) 5031 811
Email
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Visitors Counter

17093884
Today
Yesterday
This Week
This Month
All days
13611
27889
148042
636957
17093884
Your IP: 3.239.50.33