JM Teaching Aids - шаблон joomla Новости

You are here:

AYO, MAKAN DULU!

penitipan anak

Mungkin tak banyak Bunda yang menyadari bahwa hobi si kecil pilah-pilih makanan, kebiasaan makan dalam jumlah berlebihan, terobsesi pada junk food, serta berbagai masalah makan lainnya dipicu oleh jenis pendekatan orang tuanya kala memberi makan. Ya, gaya pengasuhan Anda berdampak besar terhadap perilaku si kecil. Bagaimana gaya yang tepat untuk memberi makan si kecil sebelum Anda melanjutkan cita-cita menerapkan pola makan sehat baginya? Menurut Katie Kavanagh, PhD, RD, LD, profesor di bidang Nutrisi dari University of Tennessee, Amerika, berikut ini adalah empat gaya pengasuhan yang paling sering diadopsi oleh para orang tua sedunia:

1. Tipe Otoriter

 

Sesuai namanya, orang tua otoriter menerapkan peraturan kaku yang berlaku pada setiap acara makan. Semboyannya hanya satu,“Habiskan apa pun yang tersaji di piring.” Bukan hanya mengatur porsi dan waktu makan, orang tua otoriter juga menyeleksi betul jenis makanan yang boleh dicicipi oleh si kecil. Anak hanya diizinkan menyantap jenis makanan sehat atau jenis makanan apa pun yang lolos seleksi orang tuanya. Selain itu? Sama sekali tidak boleh!

Di satu sisi, penerapan gaya otoriter memang akan memungkinkan orang tua mengendalikan kualitas makanan yang masuk ke dalam tubuh si kecil. Tetapi, jangan lupa, kegiatan makan itu bukan semata-mata tentang mekanisme mengisi tubuh dengan ‘bahan bakar’. “Selain berguna memenuhi kebutuhan energi, acara makan juga dapat berfungsi sebagai kegiatan untuk mengasah kemandirian anak sekaligus ajang berinteraksi dengan keluarga,” jelas Kavanagh.

Penarapan gaya pengasuhan otoriter berpotensi memunculkan sejumlah kebiasaan berikut ini pada diri si kecil:

  • Jadwal makan yang waktunya selalu ditentukan oleh orang tua berpotensi menghambat kemampuan anak untuk mengenali sinyal lapar dan kenyang.
  • Kegiatan makan yang berbeda dalam suasana penuh tekanan akan membuat anak cenderung memiliki berat badan berlebih atau terlalu rendah.
  • Anak akan cenderung makan berlebihan ketika suatu saat mendapatkan akses pada jenis-jenis makanan yang biasanya dilarang.
  • Karena acara makan tidak terasa fun, anak kurang antusias terhadap makanan dan kegiatan makan. Anak yang lebih kecil juga akan cenderung menunjukkan perilaku rewel saat mendekati jam makan.
  • Anak cenderung berlama-lama ketika menyantap makanannya.

2. Tipe Permisif

 

Orang tua dengan gaya pengasuhan permisif tak punya aturan yang jelas mengenai kegiatan makan. Jadwal makan serta jenis makanan yang hendak disantap sepenuhnya berada dalam kendali si kecil. “Bisa dibilang, orang tua permisif beranggapan bahwa selama ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, maka tidak masalah kapan si kecil mau makan dan apa yang ingin disantapnya,” jelas Kavanagh.

Selain kebebasan dalam mengatur jadwal makan, si kecil juga memegang kendali penuh dalam menentukan pilihan menu. Tidak mau makan nasi dan lauk-pauk yang tersedia di atas meja? Tidak masalah, karena orang tua atau pengasuh siap dnegan tawaran sejumlah alternatif masakan lain yang terkadang melibatkan jenis makanan instan.

Orang tua permisif juga sering kali membolehkan anaknya ngemil makanan ringan hingga kenyang menjelang waktu makanan. Kebiasaan ini lah yang sering kali mengakibatkan si kecil memundurkan atau melewatkan jadwal makan. Berdasarkan penelitian, pola pengasuhan permisif berpotensi memunculkan sejumlah hal di bawah ini:

  • Kebebasan memilih jenis makanan sendiri memang akan membuat anak-anak lebih bersemangat di saat makan. Hanya saja, berdasarkan sebuah penelitian yang terbit dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, kebebasan ini berisiko mengakibatkan anak terlalu banyak menyantap junk food, namun kurang mendapatkan asupan buah serta produk olahan susu.
  • Terlalu banyak konsumsi makanan berlemak bisa mengakibatkan si kecil berisiko tinggi mengalami obesitas. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa pola makan permisif mengakibatkan tingginya kasus obesitas di kalangan anak prasekolah.
  • Meski berat badannya tinggi, anak berisiko kekurangan zat gizi lain yang semestinya terkadung dalam asupan maknan sehari-hari terutama serat, vitamin dan mineral dari sayur dan buah-buahan.

Jika selama ini si kecil hobi pilah-pilih makanan alias picky eater, senang makan dalam jumlah berlebihan, terobsesi pada junk food, serta berbagai masalah makan lainnya, kemungkinan besar dipicu oleh jenis pendekatan Ayah dan Bunda ketika memberi makan mereka. Ya, gaya pengasuhan Anda berdampak besar terhadap perilaku si kecil. Bagaimana gaya yang tepat untuk memberi makan si kecil sebelum Anda melanjutkan cita-cita menerapkan pola makan sehat baginya? Menurut Katie Kavanagh, PhD, RD, LD, profesor di bidang Nutrisi dari University of Tennessee, Amerika, berikut ini adalah empat gaya pengasuhan yang paling sering diadopsi oleh para orang tua sedunia :

3. Tipe Abai

 

Sikap abai dalam pengasuhan anak terkadang ditunjukkan oleh orang tua yang entah karena terlalu sibuk atau justru kelewat santai, percaya bahwa anaknya akan tumbuh baik-baik saja meskipun asupan harian mereka ala kadarnya. Menurut Kavanagh, hal ini sering kali tidak berhubung dengan kondisi ekonomi orang tua, akan tetapi lebih dipengaruhi oleh minimnya niat orang tua untuk memberikan makanan berkualitas baik bagi anaknya.

Terkadang, sikap abai tersebut merupakan turunan dari sikap abai terhadap kebutuhan makanannya sendiri. Jadi, bukan hanya kurang perhatian terhadap jadwal makan si kecil, orang tua tipe ini juga sering kali abai terhadap jadwal makan bagi dirinya sendiri. Ciri khas yang mudah diamati adalah rak makanan dan lemari es yang kosong melompong serta kebiasaan terhayut dalam kegiatan tertentu sehingga melupakan waktu makan.

Apa yang akan dialami anak-anak akibat gaya pengasuhan yang cenderung abai?

  • Pada dasarnya, anak-anak meski yang paling rewel sekalipun, amat menyukai keteraturan. Adanya jadwal kegiatan yang teratur akan membuat anak-anak terasa tenang karena dapat memperkirakan apa saja yang akan mereka alami selanjutnya. Karenanya, jadwal makan yang tidak karuan akan menimbulkan perasaan tidak aman secara emosional pada diri si kecil.
  • Berhubung kegiatan makan tidak mendapat prioritas yang semestinya dari orang tua, maka anak-anak dari orang tua abai amat mungkin terobsesi pada makanan. Jika ada kesempatan, mereka tak akan ragu memenuhi perutnya dengan makanan apa pun yang tersedia. Ini terjadi karena mereka tidak tahu jadwal makan selanjutnya tiba.
  • Secara logis, anak-anak asuhan orang tua abai amat berpotensi mengalami kondisi kurang gizi. Jadwal makan yang tidak beraturan juga amat mungkin membuat mereka mengalami gangguan pencernaan.

4. Tipe Otoritatif

 

Gaya pengasuhan otoritatif alias bertanggung jawab menempatkan kegiatan makan secara proporsional. Anak diberi kesempatan untuk mencicipi beraneka jenis makanan, untuk kemudian diperbolehkan memilih jenis makanan favorit, biasanya dengan embel-embel persayatan seperti boleh makan junk food hanya pada saat-saat tertentu, tidak makan camilan menjelang waktu makan, setiap kali makan harus ada sayuran, dan lain-lain.

Bukan hanya memastikan bahwa si kecil mendapatkan asupan makanan bernutrisi, menurut Kavanagh, gaya pengasuhan ini juga berupaya menanamkan kebiasaan makan yang baik pada diri si kecil. Misalnya, anak dididik untuk selalu menepati jadwal makan, selalu mencuci tangan sebelum makan, serta membiasakan diri untuk makan dengan tertib di atas meja, tidak hilir mudik sebelum acara makan selesai.

Menurut para ahli, gaya pengasuhan ini adalah yang paling ideal dalam membentuk kebiasaan serta pola makan sehat pada diri anak-anak. Beberapa poin yang diharapkan muncul dari pengasuhan tipe otoritatif antara lain adalah :

  • Anak memiliki kemampuan serta kematang yang lebih baik dalam mengatur asupan makanannya sehari-hari. Pemahaman akan pola makan sehat akan membuat si kecil menyantap lebih banyak makanan bergizi secara sukarela, seperti sayran dan buah-buahan.
  • Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalan Journal of the American Dietetic Association, pola asuhan otoritatif yang berpijak pada kemampuan orang tua merespons kebutuhan si kecil, mampu menurunkan risiko obesitas pada anak-anak.

 

Related Articles

Add comment


Security code
Refresh

Our Facilty

  • Educational Game
    Educational Game
  • Ruang Kasih
    Ruang Kasih
  • Bedroom
    Bedroom
  • Holiday Program
    Holiday Program
  • Learn Science
    Learn Science
  • Outdoor Playground
    Outdoor Playground
  • Outdoor Playground
    Outdoor Playground
  • Angels Building
    Angels Building

Login Form

Products Gallery

  • Grab Your Letters
    Grab Your Letters
  • Paper Cut-Outs
    Paper Cut-Outs
  • Pencils Set
    Pencils Set
  • Painting
    Painting
  • Crayons
    Crayons
  • Colored Pencils
    Colored Pencils
  • Chiby Baby Balm
    Chiby Baby Balm
  • Safe Care
    Safe Care
  • Pampers Cuddles
    Pampers Cuddles

School Promo

Angel n I School Promo

Activity Gallery

  • Outdoor Activity
    Outdoor Activity
  • Acting Class
    Acting Class
  • Story Time
    Story Time
  • Carnaval
    Carnaval
  • Taping fo TV
    Taping fo TV
  • Reading Class
    Reading Class
  • Feeding Time
    Feeding Time
  • Cooking Class
    Cooking Class

Contact Information

Home
Our Address :
Ngagel Madya Utara 28 Street
Surabaya - Jawa Timur
Phone
(031) 5031 811
Email
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Visitors Counter

5973847
Today
Yesterday
This Week
This Month
All days
12467
14837
73374
89411
5973847
Your IP: 35.172.233.2